Tintaku Habis

bagaimana jika tintaku habis?
Lenyap sudah kisahku
erat kuayunkan jemari
mengukir jutaan karsa
cinta dan asmara
indahnya
meski
kaku dan retak akhirnya
lalu
kupasang sendi yang lain
gerak telunjuk dan tengahku melemah
sudah waktunya
mungkin tintaku kan habis
tapi kubisa tusuk ranting dedaunan
sungguhpun dayaku lumpuh
dan tintaku habis

Oleh: Fithrotul Jannah – Alumnus UIN Maliki Malang