MALANG KOTA – Ada banyak cara kreatif dalam mengabadikan bangunan tua dan bersejarah di Kota Malang. Salah satunya dengan menuangkannya ke dalam sketsa. Seperti yang dilakukan Sketchclub ITN Malang, komunitas sketsa arsitektur.

“Ide ini berawal dari kejenuhan mahasiswa karena banyaknya tugas dari kampus. Jadi kita memilih yang satu garis dengan kuliah kita arsitektur ini, yaitu sketsa. Sambil jalan-jalan kita visualisasikan bangunan ke dalam bentuk sketsa,” ungkap Johan Syah, Ketua Sketchclub ITN Malang kepada Jawa Pos Radar Malang.

Dijelaskan Johan, ide ini juga muncul atas dasar minat yang tinggi untuk belajar sketsa dan potensi yang dimiliki mahasiswa. Untuk mewadahi potensi itulah, komunitas ini dibentuk untuk mengeksplore kreativitas-kreativitas mahasiswa arsitektur melalui sharing ilmu antar anggota. Mengingat setiap pribadi memiliki gaya masing-masing dalam menggambar sketsa.

Selain itu, terbentuknya Sketchclub juga untuk menguatkan prinsip pada masing-masing mahasiswa, bahwa kekuatan dan profesionalitas seorang arsitek ada pada sketsa-nya.

Sketch Club ITN Malang terbilang masih muda. Komunitas ini digagas pada 31 Oktober 2016 oleh Hamka, ST MT, dosen arsitektur sekaligus pembina Sketch Club dan Aulia Faisal Johansyah, selaku ketua Sketchclub, beserta beberapa anggota juga. Tak ada syarat khusus jika ingin bergabung dengan Sketchclub. Hanya passion dan niat belajar yang kuat.

Sampai saat ini, sedikitnya 50 orang telah bergabung dalam komunitas ini. Untuk saat ini, sebagian besar anggota Sketchclub adalah mahasiswa arsitektur.

Sketsa on the spot menjadi agenda rutin mereka setiap minggunya. Keseruan dari live sketching ini, sketsanya lebih hidup dan bisa merasakan langsung atmosfer kota serta bangunan. Selain itu, sebagai penghilang penat beraktifitas di kampus. Dan yang pasti bisa sharing ilmu antar anggota dari segi teknik pewarnaan, pengambilan angle sketsa dalam kertas, dan teknik-teknik baru dalam membuat sketsa.

Pewarta: Eviotantinanita
Penyunting: Lizya Oktavia
Foto: Eviotantinanita