Salah satu pemangku adat memimpin ritual Puja Agung dan Sidikara, di Candi Songgoriti, Desa Songgokerto.

KOTA BATU – Ratusan benda pusaka disucikan kembali oleh tokoh pemangku adat Malang Raya di Candi Songgoriti, Desa Songgokerto, Kecamatan Batu, Selasa malam (11/4). Jumlah ini terdiri dari pusaka keris, pedang, dan tombak.

Acara Puja Agung dan Sidikara Candi Songgoriti itu diikuti 300 orang, dari pemangku adat, budayawan, padepokan, dan masyarakat umum. Mereka ingin mendoakan leluhur dan mengembalikan zirah pusaka yang diamanahkan leluhur tersebut.

Perlu diketahui, Puja Agung merupakan ritual doa bersama yang ditujukan pada leluhur untuk memohon keselamatan kepada Tuhan Yang Maha Esa agar alam tetap selaras dan nusantara bangkit. Sedangkan, Sidikara merupakan ritual untuk menyelaraskan energi pusaka supaya kembali selaras dengan energi alam.

Ketua Pelaksana Agenda Puja Agung dan Sidikara Candi Songgoriti Kanjeng Raden Aryo Panji (KRAP) Prasena Cakra Adiningrat menyampaikan, Candi Songgoriti dipilih karena jadi petilasan Mpu Purwa, kakak Ken Dedes, untuk penyepuhan keris.

Kegiatan ini dimulai sejak zaman Kerajaan Singhasari hingga Kerajaan Majapahit. ”Mpu Purwa dulu melakukan penyepuhan keris di sini. Makanya candi ini kami pilih (untuk acara Puja Agung dan Sidikara),” kata Prasena CakraAdiningrat usai acara, Selasa malam.

Turut hadir juga dalam acara ini, Paguyuban Tosan Aji Sanggrabaja Kota Batu, Paguyuban Payung Tunggal Agung, Singhasari Creative Centre, Kadatuan Singhasari, Kadatuan Komunitas Candra Pradnya Paramita, Kepala BNN Kota Batu Heru Cahyo Wibowo, dan beberapa komunitas lain.

Ritual tersebut dibuka dengan tarian Beksan Kudomataya Sekar Mayang Sari yang dibawakan oleh penari spiritual Nyai Dadak Purwa tepat pukul 21.00.

Pewarta: Farik Fajarwati
Penyunting: Imam Nasrodin
Foto: Darmono