Taman Puisi Fajrus Shiddiq

Gagak hitam lahir dari asap cerutu
Judul utama kegetiran seorang mantu
Baru kemarin saja tinggal sedapur
Putung pada asbak meja makan tak lagi gugur

Apa kau punya usul, pak mertua?
Agar hela nafas jangan panjang tiba-tiba
Ditarik sisa bungkus rokok seharga sandiwara
Karena teh dan kopi sudah nunggu pasangannya

Kita baca koran dulu lah, mantu
Sambil kunyah isu palsu
Keyakinanku akan pura-pura belum sekali keliru
Nanti juga orang Senayan sendiri ketok pintu lepas sepatu

Nikmati saja eceran istrimu itu
Menu kita tetap daging dan susu
Sampai ibumu ambil bagian nimang cucu
Karena besok pasti ada pasar baru

Karena kita anak-anak batu
Lahir diantara serat-serat tembakau
Di tanah sendiri gudang sendiri
Menyulut api diri

Madura, 20 Agusutus 2016