MALANG KOTA – Setelah menggelar campus road show di Malang dan beberapa kota besar lainnya, Passionville 2017 kembali hadir ke Kota Malang dengan gelaran Passion Music Concert Feel the Impact di Lapangan Belanegara, Rampal, Sabtu (20/5).

Passion Music Concert yang bertajuk explore your passion inspire the nation itu menghadirkan band aliran rock metal. Di antaranya, Burgerkill, Kelompok Penerbang Roket, dan Karat.

Passionville merupakan persembahan Diplomat Impact sebagai ajang yang mewadahi ide kreatif para generasi muda untuk mewujudkan impiannya. Tentu saja, ide kreatif tersebut bermanfaat untuk orang lain pula.

”Selain untuk mengguncang Kota Malang, kami juga memberikan kesempatan kepada para generasi muda untuk mulai mendaftarkan ide kreatifnya di Passionville. Pendaftarannya berakhir pada Oktober,” jelas Product Group Manager Wismilak Foundation Edric Chandra

Sejatinya, tujuan digelar Passion Music Concert Feel the Impact ini untuk memberikan edukasi seputar Passionville, sekaligus membagikan kisah kesuksesan band metal yang dihadirkan. Selain itu, minat musik metal di Malang cukup besar sehingga musik metal dipilih untuk dihadirkan di Malang.

Sebelumnya, Passion Musik Concert Feel the Impact juga digelar di dua kota besar di Indonesia, yaitu Jogjakarta dan Semarang. Di Jogjakarta, band yang dihadirkan adalah SID, Navicula, dan Bravast Boy. Sementara itu, di Semarang, band yang dihadirkan adalah The Sigit, Seringai, dan FSTVLST.

”Ini masih event sebelum Lebaran. Setelah Lebaran, kami juga akan siap hadir di kota-kota lainnya. Untuk yang terdekat, kami akan hadir pada Agustus di Lembah Dieng dengan genre musik yang berbeda,” terang Edric.

Saat disinggung terkait alasan memilih musik rock metal yang dihadirkan di Malang, Edric mengungkapkan, musik metal adalah musik yang tidak bisa dinikmati oleh semua kalangan. Dia menyebutkan, dari musik itulah, para figur metal sukses dan punya cerita menarik untuk dibagikan kepada para generasi muda kreatif.

Misalnya, Kelompok Penerbang Roket (KPR), mereka punya lagu dengan judul Mati Muda. Pemilihan kata ini identik dengan penggunaan narkoba atau hal-hal merusak lainnya. Launching-nya pun di lembaga pemasyarakatan. Namun, makna sebenarnya adalah mereka ingin memberikan teguran kepada penikmat musik metal agar tidak tawuran.

Konser yang dihadiri sekitar 3.000 penonton itu menekankan bahwa musik metal tetap harus memiliki kepedulian untuk orang lain. Itu seperti cerita dari band metal Burger Kill. Mereka mengolah kayu yang tidak terpakai untuk dijadikan frame kacamata. Dan, itu termasuk produk pertama di Indonesia.

”Ini yang ingin kami berikan. Kami tidak hanya mengguncang, tapi juga memberitahukan kisah kesuksesan di balik band-band aliran metal,” tutur Edric.

Untuk diketahui, pendaftaran Passionville sudah dibuka sejak 2 Mei 2017 hingga Oktober. Jika Anda, khususnya para generasi muda kreatif, ingin mewujudkan bakat yang bermanfaat untuk orang lain agar menjadi kenyataan, segera daftarkan diri Anda atau komunitas Anda di www. Passionville.id.

”Walaupun genre kita rock metal, tapi musik tetap tidak bisa memecah belah kita. Sebab, kita Indonesia. Project passion, passion for nation! Tunjukkan ide kreatifmu untuk peduli kepada orang lain,” pungkas Edric.

Pewarta: Binti Nikmatur
Penyunting: Didik Harianto