MALANG KOTA – Mahasiswa Jurusan Desain Grafis, Desain Interior, sampai Desain Komunikasi Visual Universitas Brawijaya menggelar Malang Desain Festival atau disingkat MAD Fest, di Gedung Samanta Krida, Jumat sore (16/6).

Pameran tersebut mengangkat tema Evolusee. Diambil dari kata evolution (evolusi) dan see (melihat) yang berarti melihat sesuatu yang berevolusi.

“Kami mengambil tema evolusee untuk menampilkan bahwa desain merupakan sesuatu yang berevolusi,” terang Ketua Pelaksana MAD FEST 2017, Akhmad Rizkiawan (20) kepada Radar Malang Online.

Lebih lanjut, desain-desain tersebut menampilkan desain awal di Era Renaissance yang berupa lambang dewa-dewa, World War yang bersifat provokatif, sampai desain akhir atau sekarang yang bersifat minimalis dan artistik.

MAD Fest sendiri merupakan acara tahunan jurusan-jurusan desain UB dan telah lima kali diselenggarakan.

Rangkaian acaranya sendiri berupa pameran Tugas Akhir (TA), karya tematik, city branding, talkshow, workshop, sampai music performance.

Terhitung ada 78 stand yang mengisi acara MAD Fest 2017. Salah satunya adalah stand city branding yaitu Blitar. Di stand Blitar kita dapat menjumpai berbagai brosur, leaflet, sampai informasi wisata tentang Kota Blitar.

Salah satu penjaga stand Blitar, Jesicca Halim (24) menjelaskan bahwa pameran ini diperuntukkan untuk memenuhi mata kuliah keahlian.

“Blitar sendiri terkenal dengan pariwisata kebangsaan. Jadi di sini kami lebih fokus ke warna merah,” paparnya sambil menunjuk beberapa desain brosur.

Pewarta: Firda Febriana
Penyunting: Lizya Oktavia
Foto: Firda Febriana