Anggota komunitas ini cukup berjibun. Yakni, 27 anggota yang merangkap sebagai pengurus, serta 670 anggota biasa. Uniknya, anggota komunitas ini semuanya adalah ibu-ibu muda. Mayoritas adalah ibu-ibu muda yang masih gemar-gemarnya merawat rumah.

Ibu yang ikut komunitas ini diberi keleluasaan menuangkan ide untuk mendekorasi rumah mereka sesuai dengan minat dan selera.

”Jadi, dalam komunitas ini, para anggota akan sharing bersama dan menuangkan ide mereka tentang cara mendekorasi ruang di rumah mereka,” kata Ketua Komunitas Homedekors Lovers Cabang Malang Ayu Choirun Febriyanti pekan lalu.

Tema dekorasi yang dipilih anggota komunitas ini bermacam-macam. Misalnya, shabby chic, yakni dekorasi rumah seperti perabotan, serambi, dan wallpaper bergaya feminis. Dekorasi ini dipadukan bersama ornamen bunga dengan warna kalem seperti putih, pink, salem, peach, fanta, pink muda, dan biru muda.

Tema lainnya, seperti mediterania, lebih memuat warna-warna perabotan rumah tangga yang lebih sederhana seperti putih, abu-abu, coklat, hijau tua, dan warna-warna natural. Ada pula warna minimal yang tidak terlalu memiliki beberapa ornamen.

Ayu mengatakan, komunitas ini dibentuk pada 2014 lalu. Sebelum ada komunitas ini, ibu-ibu pencinta dekorasi bergerak sendiri dan belum memiliki banyak anggota. ”Semuanya berawal dari perasaan, ’rumah kok rasanya kurang berwarna’, hanya sebagai tempat istirahat saja,” imbuh perempuan asli Rembang ini.

Kemudian, saat itu dia berpikir bagaimana caranya membuat rumah senyaman mungkin. Dengan hobi travelling dan mengoleksi berbagai macam pernak-pernik dekorasi rumah, akhirnya dia membentuk komunitas Homedekors Lovers.

Komunitas ini sebagai wadah belajar bersama mengenai desain rumah sesuai selera dan minat. ”Mulai dari cara mendekorasi tata ruang perabotan hingga menentukan warna-warna yang sesuai tema,” beber perempuan berusia 31 tahun ini.

Komunitas ini bertujuan agar bisa menjadi wadah tempat anggota belajar sekaligus tempat bersosialisasi dan menggali ilmu tentang rumah.

”Tentunya, panutan kami adalah Instagram, karena inspirasi kami dalam mendesain rumah dari beberapa foto di sana,” imbuh perempuan yang tinggal di Perum Permata Regency 2, Karangploso, ini.

Nah, menurutnya, ada banyak kegiatan yang bisa dilakukan ibu-ibu saat mereka di rumah. ”Jadi, kami jadwalnya kumpul sebulan sekali di beberapa tempat,” imbuh perempuan kelahiran 1 Februari 1986 itu.

Tempat berkumpulnya komunitas ini bisa di kafe atau rumah anggota. Apa yang mereka bicarakan tidak jauh dari home decoration seperti pelatihan decoupage, membuat pernak-pernik daur ulang, hingga mempelajari tata ruang. Dengan aktivitas tersebut, mereka berharap rumahnya semakin indah, dan tentu saja, suami semakin betah di rumah.

Pewarta: Dian Kristiana
Penyunting: Irham Thoriq
Copy Editor: Arief Rohman
Foto: Darmono