Home Taman Puisi

Taman Puisi

Mawar, dan Puisi Sampah

Aku terpaksa sembuh sendiri dari sakit mencintaimu Bahasamu batu karang tengah laut Hiu dan siripnya Belut dan ilat licinnya Menyihir jangkar jadi lelot pada tampar tak panjang Tak mungkin menyelam lebih dalam   Aku...

Musafir dan Tanah Galiannya

Malam-malam mulai menebar harum dingin Kedua gusar mata melekat di pelupuk Antara lapar dan haus tak jelas terbaca Lubang-lubang digali, mengitari ubun-ubun   Kota yang Malang, Menagih seperangkat janji dalam pembukuan Yang miskin hatinya...

Epilog Syawal

Sudah musnah prasangka diantara jabatan tangan Daun kersen mengepak sejawat temannya, daun pisang Pelepah pohon kelapa menari riang dibawah awan Epilog syawal ceritakan lebaran di tanah gersang   Sarung diikat pinggang, kopyah...

cerita tentang (sepotong bulan cokelat vanilla)

“di Jakarta ini terlalu banyak orang lapar, hingga semua itu tak terasa sebagai nyanyian”   Aku belum paham Sarif dan Putri mengiringi kitaran bis kota Menjajaki terik jakarta Jalan-jalan masih sesak tanpa...

dari rumah ke rindu

  Olle-ollang sampan berlayar ke relung mawar Sangu bismillah sejengkal tekad rangkuman petuah Kamilah anak pelaut yang api jiwanya berkobar Berpuisi dengan kenari supaya patah rindu luap membuncah Tapi rujuk awan-awan sedang...

rasa lapar

Bagaimana perasaan laparmu hari ini, kawan !   Menatap nanar lusuh tanggal Bulan tak sampai di ujung Bingkisan tak sampai digantung   Ada nyanyian lebih dekat dengan nadi Berdetak kacau not-notnya Isyarat agar tetap tajam Telunjuk...

puisi yang membuat mesra

Kukira kau patut jadi teladan, Nona Langkah yang beku Mata yang nanar tajam memandang menyapu Ada lipas girang di lehermu Jangan perdulikan !, Tataplah aku sebelah mata, Nona Firasat belum sekali meleset Aku tak...

jani

Selamat malam, Jani Maukah kau duduk bersamaku Di meja yang aku tak tahu hulu-hilirnya Dan aku tak pernah tahu tentang menunya   Seduh saja, Karena empedu menjelma racun Lalu racun telah kuendap   Hanya karena kau,...

magan

Saat air laut belum tenang Sampan-sampan dari ranting diapungkan Dengan sedih dibungkus senyum Lalu nelayan bergoyang bersama ombak Menunggu ikan-ikan Mungkin untuk sekedar makan malam   Ada Slamet dan Sumarni Bersandar pasir berselimut sedikit dedaunan Menunggu...

aku tak melaut hari ini

Angin tak henti bergoyang Aku tak melaut hari ini Sebenarnya aku rindu ikan-ikan Untuk kusulap menjadi kebahagiaan   Langit menangis cengeng Aku tak melaut hari ini Sebenarnya aku rindu karang-karang Untuk kuboom menjadi kesenangan   Kesenangan bersama, Bersama...

Must Read